Skip to main content

Metaverse, Dunia Digital Dengan Limpahan Peluang

By 19 Januari 2022Berita

Menurut Matthew Ball, seorang venture capitalist, metaverse adalah jaringan luas dari dunia virtual tiga dimensi yang berkerja secara real-time dan persisten serta mendukung kesinambungan identitas, objek, sejarah, pembayaran, dan hak. Yang mana dunia itu dialami secara serempak oleh jumlah pengguna yang tidak terbatas.

Istilah metaverse pertama kali diperkenalkan oleh Neal Stephenson pada novel karangannya berjudul Snow Crash (1992). Dalam novel tersebut, Neal menggambarkan metaverse sebagai ruang digital yang dapat diakses manusia menggunakan perangkat kacamata realitas virtual. Metaverse memungkinkan setiap individu untuk bergerak, berbicara, hingga melakukan kegiatan dengan bebas secara virtual dengan diwakili sebuah avatar.

The overarching goal of facebook is to bring the metaverse to life.” Mark Zuckerberg, 2021

Tiba-tiba saja khalayak, terutama di dunia maya, ramai memperbincangkan tentang metaverse. Hal ini tak lepas dari bagaimana Mark Zuckerberg dalam pidatonya pada Juni 2021 mengambil langkah mengubah nama perusahaan induk Facebook menjadi Meta. Tujuannya? Apalagi kalau bukan untuk mempersiapkan visinya terjun ke dunia Metaverse. Metaverse yang menjadi evolusi berikutnya dari internet ini memang sepertinya akan mengubah cara kita bersosialisasi dan menawarkan cara-cara baru menghasilkan uang. Tentu saja, perusahaan-perusahaan berbasis digital terbesar di dunia saat ini melihat itu dan berlomba-lomba untuk menguasainya terlebih dahulu.

Metaverse diyakini akan mempengaruhi dan merevolusi cara kerja dunia industri. Dari keuangan, Kesehatan, pembayaran, hingga konsumerisme. Internet tidak lagi menjadi alat bantu, tapi menjadi dunia yang akan didiami.

Setuju dengan pendapat lainnya, Bill Gates dalam blog pribadinya, gatesnotes.com, mengatakan bahwa metaverse akan mengubah kebiasaan dunia kerja. “di masa depan, perusahaan akan lebih fleksibel pada karyawannya untuk bekerja dari jarak jauh. Tidak lagi bekerja dari kantor”. Gates meyakini metaverse akan mengakomodir berbagai pekerjaan yang saat ini dilakukan di dunia nyata. Tetapi lanjutnya, butuh waktu untuk menyempurnakan dunia metaverse. Terutama untuk menyempurnakan ekspresi tubuh dan suara secara akurat.

Peluang

Dengan metaverse, setiap orang punya hak untuk mendapatkan peluang usaha dan keuntungan dengan cara yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Industri kreatif, terutama digital, design, dan game akan menjadi yang terdepan dalam peluang yang bisa mendatangkan pundi-pundi keuntungan.

Sudah membaca berita tentang Ghozali Everyday? Milyarder muda asal Semarang yang berhasil mendatangkan cuan dengan menjual NFT (non-fungible token) atau aset unik digital berupa foto-foto selfie dirinya yang sudah ia kumpulkan sejak usia 18-22 tahun. Ghozali Everyday adalah potret awal bagaimana seseorang dapat mengambil peluang dan mengkonversinya menjadi cuan yang tidak terbayangkan nilainya hanya dengan menjual aset digital di metaverse nantinya. Contoh lain, jika kamu seorang arsitek, kamu bisa menjual karya design rumah dan interior di metaverse yang tentu saja menyediakan rumah digital di dalamnya. Jika kamu seorang designer product, kamu bisa menjual karya berupa design kendaraan contohnya. Di mana, penyedia layananan transportasi di dalam dunia metaverse membutuhkannya. Jika kamu seorang musisi, kamu bisa menggelar konser, dan orang-orang yang juga menjadi bagian dari metaverse ini akan membeli tiket dan datang konser kamu di sana. Atau jika kamu seorang pelukis, kamu bisa membuat pameran dan menjual karya lukisanmu di Galeri digital metaverse. Dan tentu saja, jika kamu jago dalam menggambar  karakter makhluk, kamu bisa membuat berbagai karakter avatar untuk diperjual belikan ke sesama pengguna (penduduk) metaverse.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menegaskan bahwa metaverse adalah dunia dengan jutaan lapangan kerja baru. Dengan itu, Sandiaga mendorong generasi millennial dan generasi Z meningkatkan kompetensi masing-masing agar mampu mengambil peluang tersebut khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. “Kedepannya, kemungkinan 23 juta lapangan kerja tergantikan, tapi 46 juta lapangan kerja baru akan menggantikan. Karena itu mereka harus bergerak secara tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu,” sebut Sandiaga.

Metaverse memang disiapkan akan menjadi the next level dari dunia internet. Akan tetapi, jika melihat pergerakan-pergerakan yang dilakukan oleh perusahaan besar seperti Facebook, Microsoft, Apple, NVIDIA dan perusahaan berbasis digital lainnya, metaverse juga akan memicu evolusi kapitalisme. Merubah cara-cara kita dalam bersosialisasi dan melakukan rutinitas, pekerjaan, transaksi bisnis, dan menggerakan roda perekonomian yang semula dilakukan di dunia fisik, dipindahkan ke dunia maya. (v)

Kaltim Kreatif

Author Kaltim Kreatif

More posts by Kaltim Kreatif

Tinggalkan Komentar