Skip to main content

Bincang Parekraf : Terpilih Menjadi IKN, Lonjakan Kunjungan Wisatawan mencapai 300%

By June 8, 2022No Comments

Samarinda, Setelah terpilih menjadi Ibu Kota Negara, kini Kaltim tengah disoroti oleh berbagai Daerah lain yang ada di Indonesia maupun Negara lain.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya minat para wisatawan yang berkunjung ke Titik Nol Ibu Kota Negara.

Berdasarkan hasil Data Kunjungan, Dinas Pariwisata Kalimantan Timur mencatat ada lonjakan sebesar 300 persen jumlah pengunjung wisata pada musim hari libur panjang hari raya Idul Fitri. Jika dibandingkan sebelum terjadi pandemi Covid-19 tahun 2018.

Demikian hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dispar Kaltim, Restiawan Baihaqi, ketika didaulat menjadi narasumber bincang-bincang Parekraf (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) dengan tema “Pulih Bersama serta Tumbuh Lebih Kuat dan Berkelanjutan” pada Selasa (7/6) di Pandan Wangi Cafe Samarinda.

“Sebelum libur lebaran, kami sudah perkirakan ada lonjakan kunjungan wisata karena pembatasan bepergian selama dua tahun ini. Ternyata itu benar,” kata Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dispar Kaltim, Restiawan Baihaqi, ST.

Jika melihat data yang ada pada Dispar Kaltim pada tahun 2018. Maka, kunjungan wisatawan di objek wisata ini naik 300 persen. Jadi, kami melakukan riset kecil, survei dan wawancara bahwa saat ini masyarakat sudah menganggap pariwisata adalah sebuah kebutuhan,” katanya.

Khusus di objek wisata IKN Penajam Paser Utara, tercatat ada 21 ribu orang yang berwisata. Namun, diakui Restiawan, ada permasalahan sampah di IKN yang belum dipersiapkan fasilitasnya.

“Kami melihat, sektor pariwisata di IKN dan seluruh wilayah Kaltim saatnya harus disiapkan. Dan tak hanya Dinas Pariwisata saja yang bertanggung jawab namun menjadi tanggung jawab semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kaltim Erwiantono memaparkan bahwa ini merupakan momentum yang harus dijaga. Apalagi dari survei bahwa sekitar 30 persen dari total wisatawan yang datang ke Kaltim, ingin berkunjung kembali dan merekomendasikan berkunjung ke Kaltim.

Selain itu, Erwiantono menambahkan dirinya merasa terkejut dengan hasil survei dilakukannya. Karena Kaltim yang memiliki keunggulan komparatif yang kuat untuk wisata dibanding daerah lain.

“Kita punya ikan pesut di Desa Pela Kukar, gua tapak dengan umurnya memang benar-benar usia ribuan tahun. Ini destinasi eksotik, tapi kita belum mengemasnya menjadi bisnis ekraf yang kompetitif,” katanya.

Leave a Reply