Skip to main content

Bontang Hebat dan Beradab, Kota Kreatif Berbasis Sumberdaya Lokal

By 16 September 2021Berita

Bontang Hebat dan Beradab, Kota Kreatif Berbasis Sumberdaya Lokal

 

Di hadapan peserta Dialog Aktualisasi Pelaku Ekonomi Kreatif Kota Bontang yang diselenggarakan pada hari Jum’at, 30/04/2021 di Gedung Taman 3 Dimensi, Walikota Bontang Basri Rase berkali-kali menyebut kata Bontang Hebat dan Beradab.

Basri yang hadir didampingi oleh Najirah, Wakil Walikota dan Aji Erlynawati, Sekdakot Bontang,lebih lanjut menerangkan bahwa yang disebut hebat itu bukan hanya pemerintahnya melainkan juga masyarakatnya.

“Pemerintah hebat itu berorientasi pada memberi pelayanan publik yang terbaik, bersih, inovatif dan cepat. Sedangkan masyarakat hebat itu adalah masyarakat yang aktif dan peduli pada pembangunan kota,” ujarnya.

Sedangkan beradab menurut Basri adalah cerminan bagaimana masyarakat Bontang yang beragam mampu hidup bersama, saling menghargai dan bekerja sama untuk tumbuh bersama.

Menyadari Bontang sebagai kota yang tumbuh dari industri pengolahan sumber daya alam, tak cukup besar kesediaan lahan pertanian dan perkebunan serta sebagian besar wilayahnya merupakan pesisir dan laut, Basri menyambut baik inisiatif dari Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur untuk mengarusutamakan ekonomi kreatif dan pariwisata sebagai tiang penyangga ekonomi di masa depan.

Tanda-tanda surutnya ekonomi ektraktif sudah di depan mata. Seperti menurunnya cadangan minyak bumi dan gas alam, juga batubara.

“Kalau tidak ada lagi bahan tambang, apa yang mau diolah oleh industri di Kota Bontang?” tanya Basri.

Jawabannya tentu saja Kota Bontang harus melakukan transformasi dengan menjadi kota yang ramah pada investasi baru yang berbasis pada sumberdaya lokal dan berkelanjutan. Kota kreatif yang mensinergikan antara ekonomi kreatif dan pariwisata.

Keseriusan Walikota Bontang dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata ditunjukkan dengan langkah untuk menjadikan pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi Organisasi Pemerintah Daerah tersendiri.

Selama ini urusan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Bontang menjadi bagian dari Dinas Pemuda Olahraga dan Parisiwisata {Dispopar}.

“Dengan menjadi OPD sendiri, nantinya Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan memperoleh anggaran dan kewenangan yang lebih besar,” ujar Basri.

Rumah Kreasi Millenial

Menjadi bagian dalam prioritas pembangunan Kota Bontang, Bambang Cipto Waluyo, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, bergerak cepat salah satunya dengan mengembangkan Rumah Kreasi Millenial.

Menurut Bambang, gedung atau ruangnya sudah disediakan di kompleks perkantoran Dispopar dan terus dilengkapi dengan berbagai peralatan yang dibutuhkan, termasuk salah satunya adalah studio musik.

“Rumah Kreasi Millenial diharapkan dapat berfungsi menjadi creative hub, tempat para pelaku ekonomi kreatif bertemu, berjejaring, berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk memompa kreatifitas serta melahirkan sumberdaya manusia yang kompeten dalam pengembangan ekonomi kreatif,” ujar Bambang.

Lebih lanjut Bambang menginformasikan bahwa Dispopar Bontang juga tengah fokus untuk mengembangkan Kelurahan Guntung sebagai destinasi unggulan. Kelurahan Guntung akan dibranding dengan sebutan Dewi dan Dedi.

“Dewi adalah desa wisata dan Dedi adalah desa digital,” lanjut Bambang.

Pengembangan destinasi unggulan baru diselaraskan dengan pengembangan dan penataan kembali destinasi yang sudah dikenal sebelumnya, seperti Bontang Kuala. Dimana menurut Bambang telah direncanakan dan dikoordinasikan dengan Kementerian Desa,PDT dan Transmigrasi dan Kementerian PUPR.

Bambang juga mengungkapkan bahwa Dispopar Kota Bontang akan mendukung penuh rencana Pemerintah Kota Bontang untuk membangun sentra UMKM dan mengawal kebijakan Walikota dalam pemberian dana stimulus pengembangan sebesar 50 juta per RT.

“Agar penggunaan dana itu nantinya untuk pengembangan sumberdaya dan modal usaha,” ucap Bambang.

Sebagai inisiator seri Dialog Aktualisasi Pelaku Ekonomi Kreatif, Sri Wahyuni, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam mengembangkan ekosistem yang mendukung ekonomi kreatif dan pariwisata.

Kepada Walikota dan jajarannya serta peserta dialog, Sri Wahyuni menjelaskan bahwa dialog pelaku ekonomi di Bontang merupakan yang ketiga setelah sebelumnya diselenggarakan di Kabupaten Paser dan Kota Balikpapan.

“Dialog ini menjadi istimewa karena dihadiri oleh Walikota dan Wakil Walikota,” ujar Sri Wahyuni.

Dalam sambutannya, Sri Wahyuni menyampaikan bahwa Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim telah menyusun Peta Jalan Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah {Talanpekda} Kaltim 2021-2025. Dokumen ini telah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi dan diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi akan ditetapkan melalui Peraturan Gubernur.

“Melalui peraturan gubernur, nantinya Kabupaten dan Kota bisa mempunyai dasar untuk kemudian membuat Talanpekda Kabupaten/Kota, Komite Ekraf dan fasilitasi ekraf secara terpadu,” lanjut Sri Wahyuni.

Di tingkat provinsi, Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim juga tengah menyusun rencana dan upaya agar Dana Beasiswa Kaltim Cemerlang bisa diberikan kepada para pelaku ekonomi kreatif untuk melakukan sertifikasi.

Rangkaian sambutan pembukaan Dialog Aktualisasi Pelaku Ekonomi Kreatif Kota Bontang, diakhiri dengan pemukulan rebana oleh Walikota dan Wakil Walikota Bontang, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim dan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Bontang sebagai pertanda bahwa kegiatan dialog resmi dimulai.

admin

Author admin

More posts by admin